Sosialisasi dan Penegasan Penertiban Pemanfaatan Ruang Kawasan Wisata Pantai Panrangluhu
www.desabira.com – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melaksanakan sosialisasi dan penegasan penertiban pemanfaatan ruang di kawasan wisata Pantai Panrangluhu, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Gema Desa Bira dan dimulai pukul 09.30 WITA dengan melibatkan masyarakat serta pelaku usaha penginapan di kawasan wisata tersebut.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perintah tugas kepada tim terpadu lintas instansi yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan , Drs. H. Muhammad Daud Kahal, M.Si selaku koordinator. Tim turut melibatkan Kusnadi Kamal, S.STP.,M.Si Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Pariwisata Hj. A. Hamriana, S.Pd., M.Pd, Kadis Perikanan, Kabid TARU, Kabid DPMD, kadis DLHK, Kabag Ekonomi dan Adm Pembangunan Setda, Kabag Hukum, Kapolsek Bontobahari, Danramil 05, Camat Bontobahari, serta Kepala Desa Bira Murlawa, S.E., NL.P.
Selain unsur pemerintah dan aparat, kegiatan ini juga dihadiri para pemilik dan pengelola penginapan serta masyarakat kawasan Panrangluhu, Desa Bira.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan ketentuan dan batasan pemanfaatan ruang di kawasan pariwisata, termasuk penegasan larangan penggunaan ruang yang dapat menghambat akses serta hak publik. Selain itu, dilakukan klarifikasi sekaligus penyamaan persepsi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha terkait penataan kawasan wisata.
Koordinator kegiatan, Drs. H. Muhammad Daud Kahal, M.Si dalam arahannya menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan langkah penertiban. Pemanfaatan ruang yang tidak menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku nantinya akan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh tim terkait regulasi dan kebijakan penataan kawasan wisata. Selanjutnya, Kepala Desa Bira, Murlawa, S.E., NL.P memaparkan rencana pembangunan dan penataan kawasan Pantai Panrangluhu sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata desa.
Sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan perwakilan OPD yang hadir. Secara umum, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat serta pelaku usaha.














