Sejarah Desa

Desa Bira merupakan salah satu desa berada dibagian timur selatan kota Bulukumba dengan
jarak tempuh kurang lebih 40 km dari kota bulukumba, 13 km dari ibu kota kecamatan dan merupakan
desa Pariwisata andalan kota Bulukumba. 

Desa Bira terdiri atas empat (4) Kewilayahan/dusun yakni
Dusun Pungkarese, Dusun Birakeke, Dusun Tanetang dan Dusun Pulau Liukangloe. Sejarah penamaan
Desa Bira nenurut legendaris terdahulu kata Bira adalah berasal dari tumbuhan sejenis keladi yang
biasanya tumbuh dipinggiran pusat permadian umum kampung Biralohe dan Kampung Birakeke dan
pendapat kedua disamping sebagai tumbuhan keladi juga Bira merupakan air yang banyak dengan
mengambil nama dulu dengan ERELOHE artinya “sumber air yang banyak”.

Disamping itu Desa Bira adalah
Desa pesisir, tujuh puluh lima persen daratannya dikelilingi oleh pantai, tentunya banyak penduduk Bira
yang bergelut sebagai nelayan dan karyawan swasta yang berprefesi sebagai pelaut ulung, pedagang
dengan perahu Pinisi dan jasa pariwisata andalan Kabupaten Bulukumba serta menjadi pusat
pemerintahan Distrik Bira pada waktu itu yang meliputi Ara, Bira dan Lemo-lemo, tiga kampung ini
menurut sejarah pembangunan desa bira tidak dapat dipisahkan karena saling terkait dalam hal
membangun sebuah perahu Phinisi. Berikut gambaran tentang sejarah perkembangan desa ini.

TAHUNPERISTIWA
1810 – 1922Pada masa pemerintahan ini belum merujuk pada peraturan yang baku selalu berubah menyusuaikan dengan kondisi yang ada. Bira pada waktu itu terdiri atas kampung-kampung seperti Kasuso, Biralohe, Dampangere, Dauhe, Birakeke, Tunege, Panrangluhu, Tanetang, Langiria, Liukangloe dsb yang dikepalai oleh Karaeng Bodobodoyya, Dg.Makannyang dll yang belum sempat kami tulis.
1942 – 1953Kampung Bira berubah menjadi Distrik Bira (Desa Gaya Lama) yang pertama kalinya dikepalai oleh Andi Mulia Dg. Raja, kemudian digantikan oleh Undu Dg. Patunru, kemudian digantikan oleh Nape Dg. Mati’no’, Andi Muh. Ahmad, Andi Muh. Ramli. Dalam pemerintahannya terdiri dari beberapa kampung yaitu kampung kasuso dikepalai oleh Bandu, kampung dauhe, kampung tunege, kampung dangke, kampung pungkarese, kampung birakeke,kampung tanetang dikepalai oleh Abd. khalik dan kampung liukangloe yang dikepalai oleh Sanang setelah pergantian kepala distrik yang terakhir oleh pemerintah Kabupaten Bulukumba menunjuk Andi Akhyat Patunru sebagai penjabat

sementara Kepala Distrik Bira keenam yang kehadirannya membawa misi perubahan menata perkampungan distrik Bira menjadi Kampung yaitu Kampung Birakas yaitu Bira Kasuso yang dikepalai oleh R.Demmallino, Kampung Darubiah yaitu Pungkarese, Dangke dan Dauhe yang dikepalai oleh Syarifuddin dan Kampung Bira Tangloe terdiri dari Birakeke,Tanetang dan Liukangloe yang dikepalai oleh Abd. Khalid.
1953 – 1963Periode Desa Gaya Baru, periode ini adalah peralihan dari desa gaya lama menjadi desa gaya baru yang pada saat itu masih dijabat oleh Andi Ahyat Patunru yang terdiri dari 3 (tiga) lingkungan yaitu Lingkungan Darubiah, Lingkungan Birakas dan Lingkungan Bira Tangloe dan sekretarisnya adalah MUHAMMAD SALEH.
1963- 1970Sesuai dengan Peraturan pemerintah pusat yang menghendaki adanya keseragaman administrasi pemerintahan, Distrik Bira akhirnya diubah menjadi Desa Bira. Saat itu, dari tiga lingkungan menjadi empat kampung/dusun diantaranya Dusun Pungkarese, Dusun Birakeke, Dusun Tanetang, Dusun Pulau Liukangloe. Kepala desa pertama adalah Andi Muh. Said banawa dan sekretarisnya adalah ANDI LAWING AMRAL
1970 – 1979Kepala Desa Andi Muh Said Banawa yang yang menjabat beberapa periode pada ahir jabatannya digantikan oleh Andi Haijnah said dengan sekretarisnya adalah ANDI LAWING AMRAL.
1984 – 2001Kepala Desa dijabat oleh ANDI AMIRUDDIN SAID (SK nomor 14/I/1984, tgl 25 Januari 1984 dan periode kedua SK nomor 170/VIII/1993, tgl 10 Agustus 1993 menggantikan saudari Andi Haijna Said (orang tua Andi Amiruddin Said), selama kurang lebih dua periode kepemimpinan beliau yang terdiri dari empat dusun yaitu dusun Pulau Liukangloe dijabat oleh SINYO, Dusun Tanetang dijabat oleh Abd. Khalik digantikan oleh Aha dan selanjutnya digantiukan oleh Aha B, dusun Birakeke dijabat oleh H. Abd. Wahab Apo digantikan oleh Alwi, dusun Pungkarese dijabat oleh Dessilele. Dalam masa kepemimpinannya Andi Amiruddin Said dengan desakan para tokoh masyarakat pada saat itu maka desa bira dengan persetujuan Lembaga Musyawarah Desa (LMD) Bira menyetujui pemekaran desa bira menjadi dua desa yaitu Desa Darubiah pada tahun 1988 dengan Sekretarisnya H. TAPO EBU.
2002 – 2007
2007 – 2013
Kepala Desa dijabat oleh ANDI ALIMUDDIN SAID yang terdiri dari kepala Dusun Pungkarese dijabat oleh Andi Natsir Djoppo periode pertama dan Andi Mansyur periode kedua, kepala Dusun Birakeke dijabat oleh Nurhayyung periode pertama dan pejabat dusun periode dua dijabat oleh Syamsuddin, Kepala Dusun Tanetang periode pertama dijabat oleh Dahri melalui sistem pemilihan langsung,kepala dusun terpilih dengan masa jabatan kurang lebih satu tahun, memilih mengundurkan diri dari jabatannya dan dijabat oleh Kepala Desa Bira selaku plt kepala dusun Tanetang sampai batas akhir periode pertama kepemimpinannya, Dusun Pulau Liukangloe dijabat oleh Sinyo dan periode kedua dijabat oleh Muhammad Jafar sampai sekarang dan sekretaris Desa Bira yang menjabat dua periode ini adalah PLA DESSIRAJA CECE
2013 – 2019Kepala Desa dijabat oleh ANDI WAHIDAH, S.Ag Sekretaris PLA DESSIRAJA CECE, dan dibantu oleh Perangkat Desa terdiri dari Kepala Kewilayahan Pulau Liukangloe dijabat oleh MUHAMMAD SUKARDI, Kepala Kewilayahan Tanetang dijabat oleh DAHRI, Kepala Kewilayahan Birakeke dijabat oleh SYAMSUDDIN, dan Kepala Kewilayahan Pungkarese dijabat oleh SUGIATI, Kasi Pemerintahan dijabat oleh SUPARMAN, Kasi Kesejahteraan dijabat oleh NISMA TE’NE, Kasi Pelayanan dijabat oleh LAURA LISTIANI, S.Pd, Kaur Umum dan Tata Usaha dijabat oleh ANDI ADHRYANA AMRAL, Kaur Keuangan dijabat oleh MASNADI dan Kaur Perencanaan dijabat oleh MUHADI, S.Pd, semoga Allah memberkati kita semua ditambah oleh staf pembantu (Syahruddin).
2019 – 2020Setelah masa jabatan Kepala Desa Bira Andi Wahidah, S.Ag berakhir bulan Oktober 2019, maka dijabatlah oleh Pla Dessiraja Cece, S.Pd sampai April 2020 atas usulan BPD Desa Bira Ke Bupati Bulukumba melalui Camat dengan surat Keputusan Nomor, 188.45-609-2019, TGL 28 Oktober 2019. sekaligus sebagai Sekretaris Desa ataske Bupati Bulukumba melalui Camat Bontobahari untuk ditetapkan dengan Kep Sesuai Keputusan Bupati Bulukumba Nomor 188.45.
2021 – 2026Sesuai Keputusan Bupati Bulukumba Nomor 188.45-236 Tahun 2020 tanggal, 3 April 2020 dan hasil Pemilihan Kepala Desa Bira, maka Kepala Desa Bira dijabat oleh saudara “MURLAWA, SE” selaku Kepala Desa terpilih pada tanggal 5 Maret 2020 dengan Sekretaris Desa Pla Dessiraja Cece.